Tugas UAT SIM R47

TAKE HOME EXAM
Ujian Akhir Triwulan R47
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc
Waktu Penyerahan : 2 April 2012
Oleh : Rd. Pradizta Romadona (P056111321.47)Mend Impotency best place to buy generic viagra online lovemaking.cialis soft tabs  impotency kamagra 100mg high kamagra oral jelly be super viagra
Tugas UAT SIM PDF

SIM Case 4 Chapter 4

Tugas Akhir SIM case 4 chapter 4 PDF

Inspirational Word From Marketing

Rd. Pradizta Romadona

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan Marketing Class R-47 Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia

Inspirational Word

1. The Man, Who Walk on Pathways of Heaven Will Rules The World

2. My life tagline is Me Vs The World

3. Money is Real Power

From Chocolate Wars Can Makes Inspiration and Idea

Rd. Pradizta Romadona

Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan Marketing Class R-47 Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia Inspiration from The Chocolate War 1

Quote Inspiration From Chocolate Wars Video:

1. The Rival is great Partnership in the Life

2. Only One is Better, Just two is Best

Marketing Concept in Chocolate wars

1. Segmenting Market In Chocolate wars

2. Distribute Channel, so we can allied with US Army to distribute Chocolate for The US GI in War Zone

3. The Nicher competitor have a lot Of problem In Chocolate Market

4. The Distributor can Make 1 House for many Chocolate Brand

5.Corporate Social Relationship (CSR) is one way to makes CBI in eyes of Customers.

6. Switching Targeting for Develop the Market share

7. Segmenting in Premium brand can open the New Segmenting

Hasil Diskusi Kelas Manajemen Pemasaran

Berikut merupakan jawaban pertanyaan presentasi Kelompok Orange ketika diskusi kelas manajemen pemasaran mengenai buku Manajemen Strategik karangan  Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc  (14 Februari 2012)

1.      BENEDICTUS PERMADI (KELOMPOK BIRU)

Pertanyaan: Pada saat Reebok diakuisisi oleh Adidas, bagaimanakah strategi manajemen Reebok agar  tetap baik dan membagi endorsement antara Adidas dan Reebok?

Jawaban: pada kasus ini, Reebok dipertahankan namanya oleh Adidas sehingga tidak kehilangan kesetiaan pelangggannya. Untuk endorsement, mereka memakai  penetrasi pasar atau brand share sehingga masing-masing merek tetap dipertahankan keunggulan produknya.

Misal  : untuk club sepakbola Liverpool yang awalnya disponsori oleh Reebok beralih ke Adidas karena Adidas merasa produknya lebih mempunyai keunggulan pada cabang olahraga sepakbola akan tetapi Adidas mempertahankan brand Reebok pada cabang olahraga tenis dan lari.

2.      MARTHA (KELOMPOK BIRU)

Pertanyaan: Adakah peluang bagi market nicher untuk meningkatkan market share? Jika ada, bagaimana caranya?

Jawaban: Ada, market share dapat dihitung dengan menggunakan formula di bawah ini:

Market Share = Share of Preference x Share of Voice  x Share of Distribution

Dengan meningkatkan market share, perusahaan dapat memaksimisasi profitabilitasnya melalui economies of scale, mendorong reputasi dan meningkatkan bargaining power mereka.

Meski demikian, peningkatan market share tidak selalu diinginkan. Misalnya, ketika target market share dicapai dengan meningkatkan pengeluaran promosional atau menurunkan harga, profit keseluruhan dapat menurun. Berkaitan dengan market nicher, jika market share perusahaan yang melayani niche market meningkat, kompetitor yang kapabel mungkin akan merasa terancam dan memutuskan untuk memasuki pasar niche tersebut.

Sebuah market nicher yang ideal dapat secara konsisten memproduksi produk yang berkualitas dan inovatif. Menjadi market nicher memungkinkan perusahaan untuk berkonsentrasi merespon needs dari sekelompok kecil customers tanpa mengorbankan kesempatan mereka untuk menarik perhatian pasar yang lebih besar. Oleh karena itu, market nicher dapat mengoptimalkan profitabilitasnya melalui kemampuannya menentukan harga yang lebih tinggi, yang pada akibatnya menghasilkan margin yang menguntungkan bagi perusahaan.

Bagaimanapun, terdapat beberapa contoh niche player sukses yang telah berkembang menjadi sebuah household name, seperti Laurastar, perusahaan Swiss yang memproduksi alat setrika high-end dengan hasil baju seperti keluar dari laundry. Berikut ini adalah beberapa cara seorang market nicher dapat mempertahankan posisinya ketika memasuki pasar yang lebih besar:

  1. Berinovasi

Ketika menghadapi kompetisi dari pemain yang lebih besar dengan sumber daya substansial dan economies of scale, nicher players dapat merespon dengan inovasi dan produk yang lebih berkualitas, daripada melalui cost-cutting.

  1. Memperhatikan Pegawai

Untuk menawarkan produk dan pelayanan yang superior, membutuhkan hiring, training dan retaining pegawai berkualitas. Niche player biasanya membayar gaji lebih tinggi daripada rata-rata industri dan menawarkan employee benefits yang menggiurkan.

Sebagai kesimpulan, disamping beberapa kesulitan, kunci kesuksesan dalam menjadi seorang niche player adalah terus berkomunikasi dengan pelanggan, mengerti kemauan mereka dan menjaga fokus pada kemauan tersebut dengan komitmen kepada inovasi yang berkesinambungan.

3.      IRFANIYA BUSTAN (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah mungkin menciptakan kesetiaan konsumen tanpa menciptakan kepuasan konsumen terlebih dahulu?

Jawaban:

Sangat mungkin jika seandainya pasar yang dihadapi adalah pasar monopoli, karena pada dasarnya keloyalan konsumen di pasar monopoli diciptakan atas kebutuhan konsumen terhadap produk tersebut tanpa memikirkan puas atau tidaknya konsumen terhadap pelayanan produsen, sehingga switching cost-nya sangatlah kecil. Apalagi jika seandainya produk tersebut adalah produk yang sifatnya primer jadi meskipun konsumen tidak puas maka mereka tidak akan berpindah karena tidak ada pilihan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Contoh: PLN, PT. KAI, PDAM

4.      EDNAN (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah nilai market share tetap penting untuk diketahui oleh pihak manajemen perusahaan, bila perusahaan tersebut termasuk perusahaan monopoli? Mengapa?

Jawaban:

Perusahaan monopoli adalah perusahaan yang menguasai pasar secara tunggal. Perusahaan monopoli dapat terjadi secara alamiah atau karena ditunjuk oleh pemerintah untuk menguasai dan mengolah sumber-sumber tertentu. Perusahaan monopoli tetap membutuhkan nilai market share, terutama perusahaan monopoli secara alami ataupun dapat dikatakan sebagai perusahaan yang mampu menguasai seluruh pangsa pasar (nilai market share: 90%) lewat produk yang dihasilkan. Salah satunya ialah Indofood yang mampu menguasai pangsa pasar mie instant diatas 90% . Sehingga Indofood perlu memantau pangsa pasar agar tetap mengusai pangsa pasar mie instant di atas 90%. Sedangkan untuk perusahaan monopoli yang memang ditunjuk pemerintah untuk menguasai sumber daya tertentu contoh perusahaannya ialah pertamina. Pertamina merupakan perusahaan monopoli untuk minyak yang ada di seluruh Indonesia. Namun kita tidak dapat memungkiri, dengan adanya AFTA (perdagangan bebas) perusahaan minyak luar negeri seperti Shell dan Petronas masuk ke Indonesia. Dengan itu, pertamina saat ini tidak murni sebagai perusahaan monopoli di tataran Indonesia. Oleh karena itu, pertamina tetap membutuhkan nilai pangsa pasar bagi penjualan baik pasar di Indonesia maupun di internasional.

5.      DEA ANUGRAH UTAMI (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Untuk meningkatkan penetrasi pasar, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan, adakah contoh kasus nyatanya? Apabila dengan meningkatkan pelayanan penetrasi pasar tetap tidak meningkat, bagaimana upaya yang harus dilakukan perusahaan?

Jawaban :

Salah satu contoh nyata dimana pelayanan merupakan salah satu upaya peningkatan penetrasi pasar adalah yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dibidang industri migas yaitu Shell. Selain melayani konsumen yang ingin membeli bensin, Shell juga memberikan pelayanan lebih yaitu jasa pembersihan kaca mobil depan dengan gratis. Melalui pemberian jasa tersebut, konsumennya diharapkan memiliki pengalaman positif ketika membeli produk shell serta menambah loyalitas konsumen sehingga kembali menggunakan produk Shell.

Ketika dengan strategi pelayanan perusahaan belum berhasil meningkatkan penetrasi pasar, maka perusahaan dapat menggunakan strategi lain misalkan dengan pemberian diskon atau penetapan harga yang rasional dan kompetitif. Selain itu, inovasi produk maupun kemasan yang lebih atraktif juga merupakan upaya yang dapat dilakukan perusahaan dalam penetrasi pasar. Ketika melalui pelayanan penetrasi pasar suatu perusahaan belum berhasil dicapai, maka perusahaan hendaknya lebih fokus pada kualitas produk dan upaya komunikasi pemasaran yang lebih baik.

6.      ASTRID HARERA VALENTINA (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Bagaimana seorang pemasar menggunakan konsep balance scorecard terhadap strategi pemasarannya?

Jawaban:

Konsep balance scorecard adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menyeimbangkan aspek keuangan dan aspek non keuangan. Dalam strategi pemasaran, pengukuran kinerja dengan menggunakan  Balanced Scorecard  lebih sering dilakukan dalam konteks penerapannya pada perusahaan atau organisasi yang bertujuan mencari laba (profit-seeking organisations). Pada intinya balance scorecard menerjemahkan tujuan perusahaan, pengukuran performa, dan inisiatif yang disarankan kepada seluruh pegawai yang ada dalam perusahaan tersebut.

Maka dari itu, dalam membuat strategi pemasaran, manajer pemasaran akan berpedoman pada balance scorecard dalam formulasi marketing mix. Misalnya, ketika merencanakan kampanye pemasaran, manajer perlu melihat objektif pemasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan (misal: meningkatkan market share, mengembalikan brand image, merubah positioning), Dengan demikian, formulasi kampanye pemasaran akan dapat disesuaikan untuk mencapai objektif perusahaan. Balance scorecard juga menjelaskan performance measure atau pengukur performa yang akan sangat berguna di tahapan monitoring dan evaluasi, di mana kesuksesan kampanye pemasaran akan diukur berdasarkan performance measure yang sudah ditetapkan dalam balance scorecard.

 

7.      IMAM KAMARUDIN SALEH (KELOMPOK PINK)

Pertanyaan: Apakah ada hubungan segmentasi geografis dengan strategi perusahaan untuk mengembangkan pangsa pasar baru?

Jawaban :

Ada.

Segmentasi pasar dilakukan dengan mengelompokkan pelanggan dengan karakteristik yang kurang lebih sama.  Maksud pengelompokkan ini didasari bahwa produsen jasa/produk tidak bisa memuaskan semua orang dalam suatu pasar.  Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta

bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya.  Karena konsumen  yang terlalu heterogen itulah maka  perusahaan perlu mengelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu  memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran.

Dengan adanya hal ini, maka perusahaan terbantu  untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih  baik, sehingga perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat,  dapat menentuan saluran distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien sehingga pangsa pasarnya luas.

Segmentasi atas dasar Geografis, dilakukan dengan  cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi,  kabupaten, kota, desa, dan lain sebagainya.  Akan tetapi, produk/jasa yang dipasarkan harus memperhatikan  perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah/negara.

Sebagai contoh :

  1. Pizza Hut  menyadari tidak semua orang memiliki selera yang sama. Pizza yang biasa dimakan dengan saus tomat dan cabe di Indonesia,  di China diganti dengan saos wijen.
  2. Penjualan Air Conditioner lebih banyak di kawasan Asia dibandingkan kawasan negara lainnya karena faktor cuaca.

 

8.      DANIKA RETA ARTHA (KELOMPOK KUNING)

Pertanyaan: Untuk meningkatkan pangsa pasar, perusahaan sering melakukan corporate action, sebagai contoh melakukan akuisisi. Bisakah kelompok anda memberikan contoh lain sehingga perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasarnya (kemukakan menurut kelompok orange, bukan dari yang sudah dari internet)!

Jawaban: Perusahaan memiliki banyak cara untuk dapat meningkatkan pangsa pasar (market share) seperti melakukan diferensiasi produk yang sejenis dan inovatif agar dapat memperluas market share-nya karena para konsumen tertarik dengan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut tetapi tidak menggangu produk sejenis yang telah dikeluarkan pertama kali  yang  dikeluarkan perusahaan tersebut.

Contoh: Perusahaan Coca-cola mendiferensiasikan produknya dengan menambah produk baru yaitu Fanta dan Sprite tanpa mengganggu produk utamanya. Kemudian Fanta dideferensiasikan lagi dengan berbagai rasa untuk meningkatkan pangsa pasar di kalangan konsumen yang menyukai rasa-rasa tertentu pada minumannya.

Strategi Differensiasi Harga dan Produk dalam Marketing Mix

Rd Pradizta Romadona
Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan
Marketing Class R-47 Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia
Strategi Diferrensiasi Harga merupakan cara yang ampuh untuk menarik konsumen karena bagi konsumen harga merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengkonsumsi barang tersebut. Harga juga dapat dijadikan patokan segmentasi pasar dan golongan konsumen tersebut.
KIta ambil contoh perusahaan Toyota dengan Lexus
dan
Pada dasarnya kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sama dibawah naungan Toyota Motor Corps. Tetapi kedua perusahaan tersebut sangat berbeda terhadap produk mobil dan harganya. Toyota menjual produk otomotifnya kepada konsumen segmentasi kelas menengah keatas dan Lexus menjual produknya pada segmentasi keatas.
Perbedaan yang mencolok juga pemasaran terhadap brand tersebut seperti Toyota yang mempunyai pasar potensial di Asia dan Eropa, lalu Lexus mempunyai pasar potensial di Amerika Serikat. Toyota dengan produk middle class dan Lexus dengan produk premium class dapat dikatagorikan kedalam differensiasi produk dan harga.

Strategi Differensiasi Harga dan Produk dalam Merketing Mix

Rd Pradizta Romadona
Based On Lecturer by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan
Marketing Class R-47 Graduate Program of Management on Business Bogor Agricultural University ( Institute Pertanian Bogor-IPB) Indonesia
Strategi Diferrensiasi Harga merupakan cara yang ampuh untuk menarik konsumen karena bagi konsumen harga merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengkonsumsi barang tersebut. Harga juga dapat dijadikan patokan segmentasi pasar dan golongan konsumen tersebut.
KIta ambil contoh perusahaan Toyota dengan Lexus

Pada dasarnya kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sama dibawah naungan Toyota Motor Corps. Tetapi kedua perusahaan tersebut sangat berbeda terhadap produk mobil dan harganya. Toyota menjual produk otomotifnya kepada konsumen segmentasi kelas menengah keatas dan Lexus menjual produknya pada segmentasi keatas.
Perbedaan yang mencolok juga pemasaran terhadap brand tersebut seperti Toyota yang mempunyai pasar potensial di Asia dan Eropa, lalu Lexus mempunyai pasar potensial di Amerika Serikat. Toyota dengan produk middle class dan Lexus dengan produk premium class dapat dikatagorikan kedalam differensiasi produk dan harga.

Strategi Differensiasi Harga dan Produk dalam Merketing Mix

Strategi Differensiasi Harga dan Produk dalam Merketing Mix

SIM Chapter 1: Case 4 and Chapter 2: Case 1

http://www.mediafire.com/?zpc451jk3p14y03

Go to Top
Skip to toolbar